MACAU yang beda maHongkong ( HGK – 3 end )

Standar

bedanya MACAU ma Hongkong
23 Juli 2011, agenda hari ini adalah ke Macau, salah satu pulau tetangga Hongkong. Dulu Macau terkenal sebagai tempat judi, berbeda dengan Hongkong, wilayah Macau adalah bekas koloni Portugis, sehingga budaya, bahasa, dan nuansa nya pun berbeda. Saat ini Macau adalah Wilayah Administrasi Khusus dari Republik Rakyat China, sejak 20 Desember 1999. Mata uang yang dipakai adalah Pattaca (MOP), 1 MOP setara dengan 1 HKD ( saat ini ), tepatnya 103 MOP = 100 HKD, namun HKD pun berlaku di Macau. Luas Macau mencapai 29,5 km2, terbagi menjadi 4 wilayah yaitu Macau Peninsula (9,39 km2 ), Pulau Taipa ( 6,8 km2 ) dan Coloane (7,6 km2) , serta area reklamasi Cotai ( 5,8 km2). Dari Macau Peninsula ke Taipa, Cotai. Dan Coloane dihubungkan oleh 3 jembatan panjang mirip jalan tol, Macau-Taipa Bridge , Sai van Bridge, dan Ponte da Amizade Bridge. Ada beberapa pulau kecil lainnya yang juga terkoneksi langsung dengan jembatan ke pulau – pulau besar Taipa dan Cotai. Sementara Cotai sebagai daerah baru ( reklamasi pantai ) menjadi penghubung Taipa dan Coloane. Temperatur berkisar antara 16 C – 25 C, rata – rata 20 C, masuk kategori iklim tropis. Musim yang dingin biasanya antara Januari – Maret, April – Mei suhu mulai naik, dan Mei – September adalah terpanas, kadang hujan atau badai tropis, masuk Oktober – Desember cuaca mulai nyaman, dan hangat. Penduduk Macau, menurut informasi hanya sekira 600.000 orang terdiri dari bangsa China dan Portugis, ( sangat sedikit dibandingkan Kota Bandung yang 3 juta jiwa )
Untuk ke Macau, dari hotel kami naik taksi ( maklum sudah jam 9.00 agak panas ) menuju Hong Kong China Ferry Terminal, masih di TST, sebenarnya tidak jauh dari hotel. Counter ticket terletak di lantai 2 terminal, harga tiket kalau siang 166 HKD per orang ( kalau malam mulai jam 18.00 : 193 HKD ). Kami naik feri New World First Ferry Services ( Macau ) Ltd. Kami datang tepat waktu, bahkan sedikit harus bergegas, karena jam 9.30 feri berangkat, kalau tidak salah pemberangkatan dilakukan tiap jam. Perjalan menuju Macau ditempuh sekira 90 menit. Tiba di HK Macau Ferry Terminal, rencananya kami mau pakai taxi atau bus kota ke Senado Square, namun lagi – lagi begitu keluar pintu terminal sudah banyak operator tour yang menawarkan one day tour. Kami cocokkan tour yang ditawarkan dengan rencana kami, ternyata hampir sama, setelah bernegosiasi tujuan dan harga ( harus nego, kalau mau ingin lebih murah ), dan sepakat, kami pun siap diantar berkeliling Macau, dengan 200 USD. Lumayan lah, daripada pusing ganti – ganti bus atau taksi, takut anak anak juga cape, sedikit mahal namun nyaman. Pengantar kami hanya satu, merangkap sopir, menggunakan mobil Mazda E2000, cukup lega buat ber lima. Tujuan pertama adalah Macau Fishermans Wharf, Patung Kun lam ( Statue of KunLam & Ecumenical Center ) , melewati Macau Tower, menuju gedung Gereja Penha atau St.Antonio Church (Emida da Penha ), mengunjungi A Ma Temple, selanjutnya ke Senado Square, setelah itu kami mencoba ke Macao Giant Panda Pavilion ( di De Aveneida Seac Pai Van Park ), dan terakhir ke Venetian mall. di Coloane. Untuk penjelasan tiap obyek dapat dilihat di www. id. macautourism.gov.mo
Senado Square, adalah ikon wisata Macau, rasanya tidak afdol atau syah kalau ke Macau belum ke Senado square. Kawasan ini berupa lapangan yang dikelilingi berbagai toko – toko dan pusat belanja, lapangan dengan titik pusatnya berupa air mancur tersebut lantainya dihiasi dengan batu – batua mosaic bergelombang, sehingga dari jauh tampak menawan. Tak jauh dari Senado square , kami bisa menjumpai reruntuhan Gereja St. Paul ( Ruins St. Paul ) yang terkenal . Sepanjang jalan kecil antara Senado dan Ruin St. Paul dipenuhi toko – toko yang berjualan makanan dan souvenir khas macau. Orang penuh sesak berjalan di jalan penghubung ini. Penasaran , saya coba membeli kue pie yang katanya makanan khas dan ngetop di macau ( enak juga ). Rasanya tak salah, kalau kawasan ini menjadi surganya para pejalan kaki. Namun kami datang saat cuaca masih panas ( padahal jam 3 lebih ), jadi yang dicari pertama adalah tempat makan sambil istirahat berteduh, dan yang paling cocok lagi-lagi Mc. Donald, pas di dekat air mancur. Setelah makan, baru jalan – jalan dan berfoto ria, beli Bossini kebetulan lagi sale, dan beli oleh-oleh makanan di jalan menuju Ruins St. Paul. Karena waktu mulai beranjak sore, kami pun segera melanjutkan perjalanan ke Macau Giant Panda. Ceritanya penasaran ingin melihat Panda yang asli, karena tempat ini adalah obyek yang baru dibuka.
Tiket 10 MOP untuk dewasa, dan gratis untuk anak . Tempat ini buka mulai jam 10.00 – 13.00 dan jam 14.00 – 17.00, dibuka pada jam jam tertentu, kami mengambil yang jam 16.00 sampai 17.00 sesuai waktu kedatangan kami. ( http://www.macaupanda.org.mo), Luas area 3000 m2. Sayang, pad dibuka, kok pandanya malah pada ngejauh dan ngumpet, Cuma sekali sekali keluar lewat……..Kirain pandanya di luar, ternyata di dalam Ruangan Kaca yang dikondisikan suhu dan atmosfernya. Kita akhirnya ketawa jadinya dan garuk garuk kepala, tadinya sih mau pegang panda dan berfoto bersama, ….. yang penting kagak penasaran lagi. Dan terakhir kami diantar ke Venetian , dari sini kami sepakat untuk pulang sendiri menggunakan shuttle bus ke Terminal ( bus gratis dari Venetian ke terminal fery ), kasihan rasanya kalau si sopir harus nunggu lama, karena kita akan jalan – jalan lama menikmati mal dan salah satu tempat judi terbesar di Macau.
Venetian Hotel, Mall, and Casino, benar benar luar biasa, baik penataan, service shuttlenya, serta ramainya…….. Layaknya mall besar berskala internasional, semua counter barang bermerek ada disini. nah, akhirnya ketemu juga toko Fossil. Sang penjaga toko Fossil ( lupa namanya cewek dan cowok ) pada heran, lha ini sekeluarga pada pakai produk fossil semua, sampai – sampai mereka pada minta difoto berulang kali bareng kita. Ciri khas yang kental di mall ini adalah suasana mewahnya, bak di kota Venetian Italia, lengkap dengan Gondola yang berlalu lalang di sungai/kanal buatan di tengah mall, yang bisa disewa untuk dinaiki. Rasanya puas si ibu dan anak – anak, bisa beli Fossil, yang di counter PVJ Bandung belum dipajang. Rasanya lain kali perlu ke Macau lagi nih. , Macau emang beda ma Hongkong.

Pulang ke Hongkong, ternyata masih jam 7 malam, sambil pulang menuju Hotel, kami mampir dulu ke Plaza i Square, beli buah buahan, makanan ringan, dan C&K, kebetulan lokasinya di seberang hotel. Istrirahat, besok harus berkemas, pak barang pulang ke Bandung. Rencana esok ke Bandara kami naik bus, sama seperti saat tiba. Selesai sudah jalan – jalan Hongkong dan Macau, tak terasa begitu singkat, masih banyak tempat belum terkunjungi, Insya Allah lain waktu pasti disambangi.

Look :  Hongkong with my fam 1 ( kowloon )

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s