Tokyo – PCM AOTS – hari 2

Standar

Tokyo (Hari 2 : Selasa, 5 Februari 2008 )

Kuliah mengenai Teori Umum Polusi dan Teknologi Pengukuran-Sumber Pencemar Tidak Bergerak, aku ngantuk banget abis materinya udah pernah dapat waktu kuliah dulu, cuma yang ini pengalaman penggunaannya di Jepang, jadi dipaksain melek, lumayan nambah wawasan sekaligus mengingat lagi pelajaran dulu. Kali ini kuliah selesai jam lima kurang. Kesepakatan lagi buat jalan, diputuskan jalan jam 18.00 menuju Asakusa, lihat kuil…..kalo di internet namanya Cannon Temple. Kali ini jumlah rombongan bertambah banyak, karena yang kemarin tidak ikut jalan-jalan mau pada ikut, ada 17 orang…..banyak coy. Ketua rombongan tetap pak Agus ( yang dituakan ). Ongkos dari Kitasenju ke Asakusa 190 yen. Kami naik train Hibiya Line turun di Ueno St ( sekitar 6 menit ), dari situ pindah ke jalur lainnya, yaitu Ginza Line, ternyata tiket yang kita beli salah warna coklat (maklum belinya di mesin otomastis, bahasanya jepang semua ). Seharusnya kalau pindah jalur pakainya tiket putih, bukan tiket Hibiya line yang coklat ), jadi harus ditukar di penjaga….orang Jepang baik-baik, tanpa nanya-nanya salah..maklum kali pelancong, tiketnya diganti ( yang putih dengan harga sama 190 yen ). Bu Eva kena sial, tiket transitnya tidak bisa keluar dari mesin pembaca, sehingga belum bisa masuk Ginza Line, ‘soale’ rusuh masukinnya, saya nungguin, untung ada penjaga datang, sekali lagi orang Jepang itu baik bener, tanpa nanya langsung bongkar mesinnya, tapi karena susah diambil akhirnya diganti tiket lain, selamat juga bu eva lewat mesin otomatisnya. So kami langsung bisa pakai Ginza Line, turun di Asakusa St. ( 6 menit ). Lagi-lagi ada korban tunggu tiket keluar, kali ini bu Susi dan bu Tini, mereka bengong nunggu tiketnya nongol dari mesin cek out, Setelah diberi tahu, baru pada ngakak…… ha, ha, ha, masih ndeso juga.

Tiba di Asakusa, pak Agus rada bingung, saya nanya tukang taksi ‘kuil dimana’ ternyata bingung ( karena nggak ngerti kali bahasa inggris ). Untung ada yang nunjukin, itupun bahasa tarsan, sambil bingung kami akhirnya tiba juga di kuil, udah tutup euy….ternyata hanya sampai jam 10 malam kalo Imlek saja. Rupanya pada kelaparan, maklum belum makan malam, teman-teman pada beli kopi di Mc Donald, tidak berani makan karena takut mengandung –kategori haram. Saya sendiri untung udah makan roti tadi, jadi tidak lapar. Saya jalan-jalan duluan ke kuil, sambil lihat-lihat cendera mata, hanya ada tiga kios souvenir yang masih buka. Beberapa toko baju, makanan, dsb masih ada yang buka juga. Saya baru masuk ke toko mainan, tiba-tiba penjaganya bilang closed sir…..lagi-lagi on time si Jepang teh…langsung tutup pintu, terpaksa saya pun cepat keluar. Kami hanya berfoto ria di kuil, sayang baterei kameraku habis…… Seterusnya ibu-ibu pada sibuk di kios souvenir pada belanja kali…saya lihat harganya lebih mahal dari yang di Akihabara…..rugi deh. Jam 20.20, sudah pada kedinginan, kami pulang, ibu-ibu udah pada nenteng tas belanjaan. Dengan jalur yang sama, Sampai di TKC, jam 20.40. Lumayan capek……..nelpon lagi ke rumah, soale emailnya belum terbalas juga. Sholat , trus tidur, jam 11.

Suasana pasar di sekitar kuil Asakusa, cukup ramai, apalagi week end katanya.

Next  : Tokyo hari ke – 3

Look : Tokyo hari 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s