Tokyo – PCM AOTS (hari-3)

Standar

Tokyo (Hari ke 3 : Rabu, 6 Februari 2008)

Seperti biasa, saya sarapan jam 8.00 sengaja agak siangan dikit, soalnya rada males-malesan. Menu makanan sepertinya udah tidak mengundang selera, tapi dipaksain daripada lapar dan masuk angin. So, makan pagi cuma sama kentang, perkedel, dan sayuran model hokben tea. Saya mau bawa kecap, tapi lupa melulu…. Habis makan. Buka internet, wah..email si ibu sudah masuk……juga dari Adwin.

Jam kuliah tepat jam 9.30. Topik mengenai, Teknologi Bahan Bakar dan Pembakaran serta Teknologi Pengelolaan Asap, yang ngajar Kido sensei ( Mr. Nibuo Kido ). Beliau ngajar seharian sampai sore. Kuliah kali ini ada ngitungnya….latihan, jadi dipinjemin kalkulator satu-satu oleh Oguchi san. Latihannya tentang cara ngitung pembakaran dan hasil pembakaran untuk bahan bakar gas dan padat. Kata dia soalnya adalah soal-soal ujian Sertifikasi PCM ( Polution Control Manager) di Jepang yang dilaksanakan tiap bulan Oktober, jadi kalo bisa ngerjain berarti sudah bisa setara dan bisa ikut ujian nasional PCM di Jepang. Ternyata tidak ada yang selesai untuk satu soal dalam waktu 4 menit (udah dilebihkan 1 menit). Tapi pak Maman…serius juga ngerjain, padahal kalau saya mah santai soalnya dibisikin pak Lili, dosen Unpas…sudah ada jawabannya di lembar belakang ( dia sempat buka-buka materi kuliah semalam )…..Beresss.

Makan siang hari Rabu, rada istimewa, karena model buffet ( ambil sepuasnya )….tapi boro-boro, menunya bikin neg…ayam deui, bosen, jadinya saya ambil rebung aja ( lumayan ada rasa indonesianya )….Pak Agus yang di depan saya, banyak nyisa makanannya, tahu kebanyakan ambilnya atau udah kenyang dan bosen juga.

Selesai kuliah, lagi-lagi ribut….ibu-ibu ngajak jalan-jalan diantar pak Agus dan pak Maman, rencananya ke Tokyo Tower, jam 6 kumpul. Saya tidak ikut rombongan, karena dipikir-pikir, jaraknya lumayan jauh 32 menit dari stasiun belum jalan kakinya, sampai disana takut pada tutup lagi. So…saya ngajak Awis jalan ke Akihabara saja, tapi harus buru-buru…Awis setuju, karena dia belum pernah keluar, sejak hari pertama sakit perut..mmenwa…katanya kena virus jepang, dua hari sembuh sendiri setelah diberi obat, kata orang AOTS. Cuma si Awis nih setelah sembuh jadi beserr, jadi perginya pakai syarat kalau ada toilet mampir…ok, saya suruh pakai pempers aja (ha,ha!!), malah ketawa…. Pergi jam 5 sore, pas pisan … Akihabaranya masih pada buka semua toko dan mal-nya, jadi bisa menikmati Akihabara sepuasnya. Walaupun salju masih turun, dan dinginnya minta ampun…..tiris buangettt. Bener aja, tiap toilet …harus nungguin Awis beser.

Saya langsung ke Yodobashi Camera, mal terbesar dan terlengkap kayaknya di Akiba ( sebutan Akihabara ) kalau di Bandung ada Ninibahara, ceuk Pak Maman. Segala macam elektronik ada disitu, dari yang aneh sampai yang banyak dijumpai di Bandung – BEC. Tapi harganya ternyata tidak lebih murah lho. Saya lihat-lihat aja survey, pas di tempat jam…..cari ODM dan Levis kok tidak ada, yang ada Nike, kebetulan ada jam lucu-lucu rada murah, ingat si Teteh, Kakak, dan Aldin…..Ibu juga, Cuma kalau si ibu bingung nih….takut protes jamnya murah. Akhirnya beli beberapa, sekalian buat ngasih ibu-ibu di SDA LH ( Jemi, Eva, Endang, Dewi ). Beberapa gift souvenir juga saya beli untuk oleh-oleh ( mumpung tampaknya harganya murah…dan memang relatif murah ternyata dibandingkan di toko/mal lainnya ). Cuma buat yang staf cowok SDA LH masih bingung, mau kasih apa…. duite terbatas je, cowoknya lebih banyak. Gimana nanti aja….

Dari Yodobashi, kita jalan santai, tiap toko yang menarik masuk, coba lihat-lihat ( ada Laox, Ishimaru, Akky, Sofmap ). Nah yang sofmap nih jual barang second juga, cabangnya toko-toko kecil banyak di jalan belakang toko/mal besar. Barang 2nd Jepang mah aralus(bagus bagus ), mirip baru, kalu tidak nanya sulit bedainnya, tapi harganya memang miring…… Pengen beli kamera, tapi itung-itung uangku pas-pasan euy, masih 10 hari lagi, nanti aja….lah. rata-rata kios/toko – toko kecil dibelakang mal Laox yang deket mal Sofmap memang menjual barang-barang second. Si Awis mulai kelaparan, lagipula udah puas lihat-lihatnya, tambah dingin lagi….so kita pulang, lagi-lagi harus mampir toilet, Awis beser.

Lihat jam baru jam 8 ternyata sudah sampai di Kita Senju St. Saya ajak Awis nyari toko 100 yen (barang-barang yang dijual semua harganya 100 yen ). Ternyata tidak jauh dari pintu barat Kita senju St., tinggal keluar dan lurus, wah ternyata kota Kita Senju rame juga, soalnya dari hari pertama belum pernah menyelusuri Stasiun ke arah barat, ternyata pusat keramaiannya disini…

Toko 100 yen tutup jam 20.30, jadi kudu rada cepat nih….banyak barang-barang sehari-hari ( syal, sarung tangan, celana dalam, jas, payung, alat tulis, kerajinan, dsb), semua 100 yen. Kayaknya lumayan nih, buat oleh-oleh yang di kantor (jangan diceritakan yang ini ke orang lain ya, bu Rik ). Tapi…berhubung mo tutup, belum semua terdeteksi barangnya untuk dibeli, besok lagi lah…mumpung deket, lagi pula belum jalan-jalan keliling kawasan ini ( Target besok sore…coy ). Kasihan si Awis…pengen beser lagi……karena tidak ketemu toilet…akhirnya ditahan sampai ke TKC. Sampai, kamar, sholat jama’ trus buka internet, and nulis diary ini…………Siap tidur awal, karena besok pagi mau nyuci, udah numpuk. TV Jepang kacau berat, tidak ada hiburannya…….Mendingan tidur.

Next :  Tokyo hari ke – 4

Look : Tokyo hari 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s