TOKYO PCM-AOTS (hari-5)

Standar

Tokyo (Hari ke 5 : Jumat, 8 Februari 2008)

Ke lapangan berangkat pagi jam 8 dari TKC, naik bus. Perjalanan hampir 1 jam 15 menit, ke Chiba Prefectur (Provinsi Chiba ) dekat ke arah Narita. Sepanjang perjalanan lihat suasana jalanan Jepang, tidak ada macet….meski lalu lintas padat, kalaupun tersendat sebentar karena ada lampu ‘bangjo’. Jalanan bersih, rapi, perairan bersih banget, banyak jalan layang, jalan bawah tanah ( subway ), or kereta layang, ‘pokoke’ modern. Hanya di Jepang mah, lihat bangunannya membosankan, Cuma kotak-kotak, warnanya juga kebanyakan sama – abu-abu,putih, sedikit yang gedungnya warna-warni, tidak seperti Jakarta gedung – gedungnya lebih baragus, cantik, aneh – aneh arsitekturnya. ….. Memang, Jepang lebih mengedepankan fungsinya, so..lebih praktis dan efisien dalemnya, coba masuk ke gedung-gedung atau rumah-rumah sekitarnya….sarana-prasarananya komplit, fungsi nomer satu… bukan gaya!!. Hal ini, makin tampak di gedung Chiba Prefectur Goverment yang kita kunjungi (Gedung Sate-nya Provinsi Chiba ). Gedungnya dari luar biasa saja, tidak megah amat, tapi begitu masuk, bersih, rapi, peralatannya serba bagus, efisien. Penerima rombongan juga cuma 3 orang, tanpa banyak basa-basi…begitu rombongan datang langsung disambut, penjelasan, dan kunjungan ke Pusat Pemantauan Kualitas Udara ( di lantai 12 ) Provinsi Chiba. Ruangan kendali, tidak besar….tapi serba canggih dan praktis, karena seluruh kendali sistem pemantauan kualitas udara dan emisi industri ada disini. Jadi dari seluruh alat pantau ( 147 alat ) dan alat pantau emisi di industri besar terhubung online via telemeter ke server disini. Jadi setiap perubahan yang terjadi tiap 10 menit/per jam akan terpantau, dan peringatan jika ada yang melebihi ambang batas di tiap wilayah (kota/kecamatan ) dan teguran ke setiap industri, cukup dilakukan disini..online ( canggih khan…), —-online fax atau online jaringan.

Setelah dari kantor Gubernur Prov. Chiba, kita menuju kawasan industri……. melihat pusat pemantauan dan pusat penelitian kualitas udara dan kebisingan Provinsi Chiba. ( Saya sempat hitung departemen di Provinsi Chiba yang berkantor disini , SKPD kalo di Jabar….hanya ada 7 departemen…sedikit ya, yang membawahi lebih kurang 4 atau 5 divisi ).

Lokasi tempat penelitian, juga sederhana tempatnya…namun sekali lagi peralatannya komplit. Pemilihannya sengaja di kawasan industri Chiba, dekat dengan teluk Tokyo, sebagai kawasan industri petrokimia dan besi baja yang utama. Sehingga kondisi kualitas udara di kawasan ini dapat terpantau cepat. Pusat pemantau di kawasan ini juga terhubung online dengan jaringan lainnya di prefectur Chiba ( Chiba ku ). Udara disini mulai tambah dingin, meskipun sinar matahari menyorot terang. Kita keliling dan meninjau, serta memperoleh penjelasan lengkap di tempat ini sampai jam 3. Ternyata ada seorang staf yang cukup pandai berbahasa Indonesia ( bahkan di ID Card nya dia menulis sebagai peneliti senior…pakai bahasa Indonesia ). Ternyata Ono san ini pernah di Puspitek Serpong 3 bulan, dan ke Indonesia 8 kali, termasuk bulan madunya di Indonesia, sekarang dia mempelajari bahasa Indonesia 2 kali sebulan). Jam 3.30 kita pulang kembali ke TKC, lumayan lemes……so di jalan tidur, ya..satu setengah jam istirahat, bisi nanti sore sampai ..harus jalan-jalan lagi.

Begitu sampai TKC jam 5, biasa udah pada heboh…saling pada nanya mau kemana, di hari ke 5 ini, ternyata keinginan sudah mulai berbeda-beda. Rombongan pak Adi dan p. Frido mau ke Harajuku, Pak Agus, P Maman dan sebagian ibu-ibu mau ke Ginza, nah rombongan saya dan Ande ke Roppongi dan Tokyo Tower. Seperti biasa, cabut jam 6 sore ( sebelumnya pesen ganti makan malam di kantin dulu…..saya mah ‘pesan keranjang’ istilahnya..yaitu ganti makan malam berupa roti,kue, minuman, dan buah, diambilnya pas pulang sekalian ngambil kunci kamar di resepsionis ).

Saya, Ande, Awis, Bu Endit, p. Lili, bu Susi, p Rahman….menuju Roppongi ( tiket 230 yen ), naik Hibiya Line, 32 menit. Ande ikut karena mau nukar jaket di Hard Rock Cafe, karena kekecilan., soalnya dia udah kesana kemarin, so sekalian penunjuk jalan.

Roppongi merupakan kawasan malamnya Tokyo ( nightlife of Tokyo ). Benar saja, di sini begitu ramai, banyak orang asing disini, yang China, Afrika, Bule, dan kita Indonesia tentunya…bercampur aduk…Banyak, cafe asing ternama, model Starbuck, Hard Rock Cafe, dan sejenisnya….termasuk tempat-tempat dugem. Kami coba masuk ke toko Don Quisote ( karena kemarin saya lihat ada di internet )…toko ini jual barang-barang Jepang yang cukup aneh-aneh, ingat si teteh…karena banyak asesoris cewek disini ( cat kuku, hiasan rambut, bulu mata dan rambut palsu anti-antik dan lucu, hingga baju-baju aneh..termasuk celana dalam perempuan dan cowok yang aneh dan lucu…ada disini). Tapi harganya, buat ukuran kita mah…kok masih mahal ya, soalnya harga nail painting lebih mahal teh…itu yang ayah hapal.

Kami mampir ke Hard Rock cafe, wah pada beli barang euy temen-temen…Saya mau beli apa ya (Cuma beli merek doang…sayang ). Akhirnya beliin aja buat bos Diki lah…oleh-oleh….topi aja, yang paling murah ( ini juga 2300 yen ). Nah dari sini, Saya dan Awis misah karena mau ke Tokyo Tower, Ande udah kemarin….Bu endit dan pak Lili cape jalan, jadi mau disekitar pusat belanja aja. Jalan ke Tokyo Tower lumayan juga…10 menit lah ( tidak jauh…soalnya menaranya sudah kelihatan terang dan cantik ), sepanjang jalan gantian berfoto dengan Awis berlatar belakang Tokyo Tower, ..pakai foto awis, soalnya fotoku batereinya habis. Udah hampir dekat, sempat heran juga…kok banyak polisi, ternyata ada kedutaan Rusia, lagi ada tamu kali…..?

Untuk masuk dan naik ke menara, harus bayar 830 yen per orang. Tempatnya ‘enakeun’ kaya masuk mal…. menara ini juga berfungsi sebagai menara telekomunikasi. Tokyo Tower tutup hingga jam 10 malam. Di atas kita bisa melihat keindahan kota Tokyo dengan gemerlap lampunya di waktu malam, so semua aktivitas kota Tokyo di malam hari terlihat dari atas. Ada cafe-cafe lho di atas, juga toko-toko souvenir. Saya beli souvenir snowball dan geretan(lighter)…buat oleh-oleh. Tidak terasa di atas sampai jam 9, padahal tadi janjian ketemu rombongan Ande jam 9 di depan toko Axis. En…saya dan awis turun kembali ke Roppongi. Tapi, rombongan Ande udah tidak ada, mungkin kelamaan nunggu, dan dingin kali…jadi langsung duluan pulang. Kita pun langsung buruan pulang, sampai TKC jam setengan sebelas….ambil basket (keranjang )….makan, nulis diary, terus tidur. Persiapan besok pagi nyuci….dan merancang Tour besok ( libur Sabtu dan Minggu ). Tapi, tadi pak Agus ngajak ikut melihat incinerator- nya Kajima hari minggu jam 9.30. saya mah oke saja. Kajima adalah perusahaan yang sedang melakukan kajian pengolahan sampah Leuwigajah…baladnya pak Ratno.

Next : Tokyo hari ke – 6

Look : Tokyo hari 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s