TOKYO – PCM AOTS ( Hari – 6)

Standar

Tokyo (Hari ke 6 : Sabtu 9 Februari 2008)

Hari ini santai, habis subuh ( jam 5.11 waktu subuhnya ) tidur lagi, bangun jam 7.30…..ingat mau nyuci, habis mandi bawa cucian ke laundry room, lanjut makan pagi….sengaja bawa abon, wah ternyata banyak juga peminatnya. Rasa Indonesia …kangen, padahal baru seminggu ???. Pas mau ngeringin baju, ketemu pak Agus mau nyuci juga. Setelah seterika jaket dan baju, saya ke atas, siap-siap pergi…tour ( liburan ). Baru sampai kamar, Awis udah nelpon….ngajak jalan. So, jam 10 saya dan Awis berangkat, yang lainnya entah pada kemana, sudah tidak kelihatan (beda rombongan kali ).

Pertama, kita menuju Imperial Palace – Kokyo Gaien ( Istana Raja ) di pusat Kota Tokyo. Naik kereta Chiyoda Line ( 190 yen ) turun di Stasiun Nijubashimae ( kodenya C 10 ), waktunya 18 menit. Pas pintu keluar ….sudah sampai ke Square Istana….jalan menuju Istana lebih kurang 200 meter. Udah banyak touris yang disana, suasananya cukup ramai….namun teratur.. Kita sempat berfoto ria. Tapi tidak boleh masuk ke istana, hanya sampai gerbang luar, katanya istana dibuka kalau ulang tahun raja saja.

Dari istana, kita berencana menuju Harajuku ( pusat gaul anak muda Jepang )….ingat Agnes Monika dan beberapa artis Indonesia, nah dia ngikutin model dan gaya Harajuku dandanannya… Dari Nijibashimae St, tetap pakai Chiyoda Line (190 yen ) turun di Meiji Jingunmae St. ( C 03 ). Waktunya sekitar 15 menit lah . Bener-bener tempat ABG, kotanya ramai, banyak turis juga, dan anak muda tokyo dengan dandanan yang macem-macem…dan beberapa rada aneh-aneh gitu… hebring lah. Saya cari Kiddy Land ( toko mainan – toys shop ), nanya ke ABG Jepang tapi tidak bisa bahasa Inggris, tapi tahu arah Kiddy lLnd, saya ikutin aja…tidak jauh,ternyata. Kita masuk ke toko mainan tersebut. Wah….mainannya buanyak banget, aneh-aneh…..dari Disney, hello kitty, naruto, batman, Thomas, doraemon, dan berbagai tokoh mainan dan kartun Jepang dan dunia ada disini. Tapi harganya boo….selangit, setelah dikaji nih, beberapa mainan yang ada dapat ditemukan di BSM, dan harganya sama saja…. Cuma disini banyak yang keluaran terbaru, termasuk berbagai robot-robot yang cukup canggih. Saya cari mobil-mobilan (die cast ) buat Aldin, ketemu di lantai 3….beli beberapa. Bisi Davin ada, dan pengen juga. Mainan lainnya, no way….duitnya bisa habis disini, sementara di Jepangnya masih seminggu lagi. Tidak terasa, udah siang….lapar, untung saya bawa roti, akhirnya ngantar Awis ke Mc Donald buat makan siang. Banyak tempat menarik disini sebenarnya seperti Oriental Bazzar, Meiji Jingu (Kuil Shinto ) dan pasar segala asesoris Harajuku disekitarnya.

Setelah makan, perjalanan di lanjutkan ke Ginza ( yang ini pusatnya barang bermerek,kalo Jakarta di Senayan-Thamrin, atau Orchad Road Singapura, high class area lah ). Tapi naiknya dari stasiun Ometo –Sando ( kebetulan pintu masuknya dekat ke atah Kiddy Land ), jadi bisa langsung naik Ginza Line ke Ginza ( 160 yen saja ), dengan waktu tempuh 18 menit. Kami turun di Ginza, begitu keluar stasiun udah di tengah mal….saya beli nasi dan ebi ( udang ) dulu, pakai bahasa tarsan……kebetulan lewat food garden. Persiapan bisi susah cari makan yang halal. Suasana Ginza sangat ramai sekali, ini kawasan internasional…segala macam orang terlihat disini, kebetulan kalau libur ruas jalan utama Ginza ditutup, jadi kita bisa jalan santai…..di tengah jalan. Berbagai toko dan mal besar ada disini, tiap pemegang merek fashion seperti Bulgari, Dunhill, Louis Vuiton, Tiffani and Co Jewelary, dan seterusnya buka toko mirip mal masing-masing, berderet sepanjang jalan….pas lihat harga barang-barangya…ampun mak, tidak kebeli, muahal buanget…..Tidak ada sale euy, parfum atau barang lain, sayang…..Jadinya kita hanya menikmati suasana Ginza saja. Sayang kalau ke Jepang tidak ke Ginza.

Udara tambah dingin, sepertinya mau hujan salju lagi, kita cepet-cepet ke stasiun lagi, meneruskan perjalanan …ke Akihabara lagi ( nganter Awis, mau beli jam katanya, ternyata di situ lebih murah dan cari kamera second ). Dari Ginza ke Akihabara, kita harus naik Hibiya Line ( 160 yen ), waktu tempuh 12 menit, turun di Stasiun Akihabara ( H 15 ). Peta sangat penting di Tokyo, khususnya ‘ subway map ‘, dan buat petunjuk, ternyata lebih gampang kok …daripada jalan-jalan di Jakarta atau Bandung bagi pendatang baru.

Kaki mulai pegel, dan udara tambah dingin, hujan rintik-rintik….di Akihabara, tapi jalan terus…..kagok. Kita ke Yodobashi Camera lagi ( waktu itu pernah kesini ). Awis cari jam, saya cari ipod dan kamera…..karena pengumumannya ( ada orang Jepang/pegawai yang teriak-teriak sambil bawa papan pengumuman diskon ). Tapi pas ditanya ternyata diskonnya khusus buat orang Jepang (Japanesse only ). Kebanykan barang elektronik memang diperuntukkan buat orang Jepang (bahasanya Jepang ). Ada beberapa kamera yang bisa diset bahasa inggris, juga ipod….tapi harganya tidak lebih murah ( garansi nya juga berabe kalau ada apa-apa ). Sebagai perbandingan, kamera Nikon LV15, bu endit baru beli di Yonas harganya 1,7 juta ( di Yonas suka mahal dikit dari BEC ), tapi disini harganya sama saja ( padahal udah didiskon dan free tax – pakai Duty free )..setelah dikurskan. Jadi, mau beli akhirnya batal….mending di Bandung aja. Ipod juga sama. Nanti teh dan kakak ya…di Bandung aja….oke. Keluar dari mal, udara tambah dingin ( sudah pukul 4 lebih ), pantesan kok perut udah lapar. Sambil menuju tempat elektronik second, kita mampir di KFC. Awis beli KFC, saya makan nasi dan ebi yang tadi beli di Ginza. Saya sempat sholat kilat…darurat di KFC, kebetulan duduknya agak di pinggir, jadi tidak banyak yang melihat. Cari tempat ibadah di Tokyo, apalagi di Akihabara hampir tidak mungkin…jadi sholat sambil duduk, dilanjut makan. Habis makan jalan lagi, hujan turun makin kenceng. Takut mulai gelap, kita kembali ke stasion….melanjutkan perjalanan ke Asakusa ( wah ngasuh Awis nih, soalnya saya udah pernah…waktu hari ke 2 ). Dari Akihabara ke Asakusa, tetap pakai Hibiya Line (160 yen ) hanya nanti ganti kereta pakai Ginza Line di Ueno St, menuju Asakusa. Waktu tempuhnya cuma 10 menit.

Sampai Asakusa masih sore, jam 6 lebih dikit….jadi toko-toko dan kios-kios cendera mata di sepanjang Kanimari Gate ( Gerbang dan jalan menuju Kuil – Cannon Temple ) masih pada buka. Saya sempet beli kueh Jepang – namanya lupa..Nongyon yaki, kalo gak salah, mirip apem tapi isinya coklat, 250 yen dapat sepuluh. Tertarik bikinnya, karena langsung dicetak dan masih hangat…tapi si Awis tidak doyan. Suasana temple masih ramai, walaupun hujan rintik-rintik dan udara begitu dingin, saya mulai pakai syal dan kaos tangan….dingin kali. Si Awis yang belanja segala macem plus asesoris, buat bosnya dan teman-teman katanya….Saya tidak beli apa-apa, soale udah beli waktu itu, souvenirnya lagi pula ….bingung aku, paling murah 350 yen ( gantungan kunci butut ). Udah puas disini, akhirnya kita pulang ke Kita Senju….

Dari Asakusa ke Kita Senju ( 160 yen ), harus ganti line dari Ginza Line ke Hibiya Line di Ueno. Sampai di Kita Senju St, masih jam 7.45….masih banyak waktu. Jadinya, lanjut ke pusat kota Kita Senju ( sebelah barat stasiun ), bergerak menuju toko 100 yen….(nah, ini baru toko murah…karena barang-barang yang dijual disini semua harganya 100 yen, mirip serba 5000 di Bandung ), tapi barang-barangnya unik-unik lho, dan bagus-bagus….memang sebagian buatan China, tapi ada juga yang buatan Jepang, India, atau Thailand. Saya ngeborong disini, lumayan buat kasih oleh-oleh…jangan bilang-bilang lho ! kalau belinya di toko 100 yen. Kumaha wae lah, ngirit….Yang penting pilih barangnya, kalau bisa yang tidak ada tulisannya made in China. Karena hujan masih turun, saya juga beli payung 100 yen, lumayan melindungi dari basah.

Sampai di TKC, pas jam 8.15, masih ada waktu untuk jatah makan malam…..temen-temen yang lain ternyata juga baru datang, ada grup Pak Maman, grup pak Agus, sementara grup pak Adi udah datang dari tadi.

Karena gempor dan cape, setelah makan, saya langsung ke kamar…..nginternet bentar…bales email istri dan anak-anak, telpon ke rumah kok tidak ada jawaban, akhirnya saya telpon ke HP teteh. Ehh, rupanya orang Bandung, lagi habis main dan berendam di Cipanas Garut bareng Om Sendi dan Mahnet, pas ditelpon lagi pada makan di Garut ( rumah makan yang banyak ikannya katanya ). Denger suara, Aldin ngomong, kakak, dan si ibu…. Syukur kalau lagi pada sehat. Menjelang tidur, saya selesaikan dulu catatan hari ini…..Besok, pak Agus mau ngajak ke Incinerator milik Kajima tea (wah, harusnya kita dibayar nih….karena ditinjau oleh kita ). See you tomorrow….KONBAN WA.

Next : Tokyo hari ke -7

Look : Tokyo hari-1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s