TOKYO – PCM AOTS ( Hari – 7 )

Standar

Tokyo (Hari ke 7 : Minggu, 10 Februari 2008)

Minggu kantin libur, jadi sarapannya cukup pakai roti yang kemarin beli. Pagi sempat setrika dulu, ketemu pa Agus lagi di laundry, kebetulan wae…bareng, jadi pa Agus nyangkanya saya rajin nyuci, padahal baru dua kali. Tepat jam 9.30 rombongan dari Kajima datang, saya masih apal dengan Miura san, dan Matsubahara san, keduanya juga masih apal saya Eko san. Ngobrol sebentar dengan mereka ( pake bahasa Inggris, bukan Jepang ). Jam 9.35 kita berangkat naik bis yang disediakan oleh Kajima, yang dipimpin oleh DR. Bando. Jumlah rombongan dari kita ada 12 orang, Pa. Agus, P Maman, saya, Awis, Ande, P. Benson, P. Rahmani, Bu Roslin, Almitra, P.Indri,.P.Indar. Tadinya pak Lili dan Maman ikut, tapi pas lihat jadwalnya sampai sore, mereka turun lagi…mau jalan-jalan aja katanya. Yang kacau bu Neneng –BPLHD tah….dia salah denger kumpulnya jam 10, jadi pas bus berangkat dia ditinggal, untung dia keburu turun dan bus belum terlalu jauh, sehingga sempat balik lagi jemput bu Neneng..

Perjalanan lumayan jauh, ada 2 jam kata Miura san. Arahnya menuju Chiba dan Narita, seperti kemarin……tapi tujuan sekarang adalah melihat-lihat incinerator di Jepang, sebelum ke tujuan utama di incinerator Ichihabara. Inchinerator pertama yang dilihat , lokasinya ada di tengah perkotaan, aman dan enak dilihat…soalnya incineratornya dari luar mirip mal, hanya ada cerobong tinggi aja mencuat yang membedakannya.

Kita di belakang lebih banyak ngobrol ( saya, Ande, pak Benson, Awis, dan bu Neneng ), soalnya pemandangannya sama dengan kemarin. Rame, ternyata tidak sangka jadwal acaranya sampai sore jam 17.30….so agenda jalan-jalan meneruskan yang kemarin jadi batal. Kuduna, Kajima kasih nawis ceuk sarerea…SPPD sehari, soalnya menyita waktu kita, he..he..maunya.

Tapi, untunya, kita ternyata diajak dulu ke Aqua Line ( bersyukur aku bisa ke tempat ini, sungguh dahsyat )…..Aqua Line ini, menunjukkan kehebatan teknologi Jepang…..jadi jalan tol/highway yang melintasi laut ( teluk Tokyo ), sebagian di bawah laut. dan sebagian di atas laut . Aqua Line menghubungkan kawasan timur ( Chiba dan Narita ) dengan kawasan barat ( Kawasasi dan Osaka ) sehingga tidak usah mutar lewat Tokyo. Panjang jalannya 15,1 km, yang berada di terowongan bawah laut sepanjang 9,6 km, dan 0,6 km berupa tempat persinggahan/pertemuan-namanya Umi Hotaru ( Ocean Firefly), sementara untuk jalan jembatan yang di atas laut sepanjang 4,4 km, dan 0,5 km di daratan Chiba. Kita melalui tunnel tersebut dan mampir di UmiHotaru. Umi Hotaru merupakan tempat pertemuan tunnel dan bridge, bentuk tempatnya mirip kapal induk…jadi sangat besar, di tengah laut ( teluk Tokyo ) sehingga pemandangan di sekelilingnya adalah laut dan pantai tokyo. Tempat disini juga dirancang bagus sekali, ada mal/tokonya, restoran, tempat parkir, lengkap. Kita mampir dulu makan di Grand View CASA Restaurant, ada banyak pilihan makanan jepang, saya pilih yang paket aja ( dilihat ada ebinya…soale ), yang lainnya pada ikutan, kecuali pak Maman dan Awis…pilih beef.

Wah ternyata masakan Jepangnya uenak, ini hari wisata kuliner. Baru nemuin masakan Jepang yang cocok dan enak disini. Menunya sederhana, takarannya pas..tidak terlalu banyak, nasinya mirip nasi goreng, warnanya kuning, udah diberi bumbu jepang, tapi rasanya enak…mirip rasa Indonesia, udang goreng, ubi goreng ( ubi beneran—-), cabe hijau goreng, ikan goreng ( yang ini tiis kurang berasa), dan sup miso dengan kerang, sayur ala jepang…itu saja. Untung Ande bawa sambel saus, jadi tambah siip….di Jepang mah tidak pernah ada sambel coy ( sambelnya cabe bubuk kering ). Kerangnya juga enak, kecil-kecil dan mudah nyopotnya…dan warnanya putih bersih….pokoke mak nyossss. Saya bilang ke Matshubara san …delicious, enakk… kata dia ( beberapa kali ke Bandung, udah tahu enak rupanya ).

Setelah makan , perjalanan dilanjut ke Ichihara, ke tempat incinerator – Ichihara New Energy. Fasilitas ini baru dibangun, lokasinya di kawasan pertanian, jauh dari kota….jalannya juga belok-belok dan nanjak, kaya mau ke Lembang. Insinerator ini, diperuntukkan bagi limbah industri. Sampah industri tersebut diolah menjadi listrik (1,95 MW ) dan hot water, bagusnya di sebelah lokasi insineretor juga dibangun green houses pertanian ( sayuran ) yang memanfaatkan hot water keluaran insinerator untuk keperluan green houses ( free charge ), padahal operatornya beda. Insinerator Ichihara dioperasikan oleh swasta. Konstruksinya mendapat subsidi dari pemerintah (kurang lebih 400 milyar rupiah )., dan investasi sebesar …kurang denger tadi (sekitar 2,5 juta yen ). Bararesih lah…insinerator di Jepang mah, polusinya juga minim sekali. Ari kota Bandung, kenapa tidak pakai teknologi Jepang ya, kok malah milih teknologi China….yang masih belum teruji benar, kumaha tah bu Rika…..orang BPLHD.

Pulang dari Ichihara, kita masih sempat ditunjukkan beberapa incinerator lagi dan tempat pengolahan kompos. Ada satau incinerator yang benar-benar di tengah kawasan kota, tidak berjarak dengan sekelilingnya, bahkan di depannya adalah sekolahan ( SMP ). Hebat..khan, sekali lagi, teknologi dan kontrol disini sangat ketat…..jadi orang tidak khawatir lagi….oke.

Sampai di TKC jam 18.00, belum makan euy……bikin pop mie aja ( lumayan anget dan keganjel ), sekalian istirahat di kamar dugi jam 19.00. Rasanya harus cari persediaan makan malam nih, takut lapar…pop mie biasanya tidak bertahan lama. Saya turun ke lantai 1, lihat bu Roslin celingukan, kaya orang bingung, mondar-mandir bengong, cari temen-temenya kali ngajak keluar. Rupanya si ibu ditinggalin, kacian deh…..temen-temen kayanya sudah pada ogah jalan ama ibu satu ini, selain riweuh, cerewet, kadang suka ngatur, sambil seolah tahu tea…….karunya oge nya. Akhirnya, si ibu saya tawarin mau ikut keluar tidak bu, saya mau cari makanan…..si ibu pun ikut. Kebagian ngasuh bu Ros juga..euy. Benar aja, si ibu mah, heboh wae, ngomong wae…tidak puguh, kalo mau beli teh suka banyak mikir, mending kalo barangnya mahal, lha ini barang seperti roti, coklat, dan sejenisnya…pakai dikurs dulu ke rupiah…ngomel mahal lah, terus tidak jadi beli., Plin-plan orangnya… Pantesan temen-temen, terutama ibu-ibu pada ngejauh. Sama saya mah dicuekin aja, kadang saya iseng jalannya cepet, ha…ha..si ibu kerepotan minta pelan-pelan. Tapi kemana saya jalan dia ikut, takut ketinggalan …..Pas di depan toko 100 yen, saya suruh duluan ( soale saya udah 2 kali kesitu ), saya mau ke supermarket di seberang, saya minta jangan turun/keluar dulu sebelum saya datang….eh, malah dia ikut dulu ke supermarket.

Di Supermarket, saya buruan ke tempat lain pura-pura cari roti, dia juga akhirnya kelilikg sendiri, tapi sering nyamperin, nanya ini dan itu…minta ditunjukin kali cari coklat seperti yang di TKC dimana, kalo roti jepang seperti yang pernah saya beli di Asakusa seperti apa, meneketehe…..saya juga baru pertama kesini. Resep ( seneng ) juga lihat kelakuan bu Ros, …..

Pas di 100 yen, ternyata saya ketemu rombongan bu Nneng, p Rahman, dan Awis, lagi belanja……..Bu Ros pun dengan semangat langsung mencari-cari barang. Pas udah mau tutup, orang lain udah beres belanja, si bu Ros belum nongol juga, rupanya pas saya susul…masih sibuk cari segala macem…mungkin bingung dia ( udah tahu 100 yen, tapi masih di kurs kan juga kali ), katanya belum dapat euy barangnya….tapi saya minta cepet soalnya udah mau tutup. Yang lain pada senyum aja, lihat dia rusuh di kasir….jail juga temen-temen nih, pelan-pelan ninggalin ..nunggu di luar.

Kelakuan bu Ros keluar lagi. Saya kan tidak jadi beli roti, karena ada tukang ubi oven ( 200 yen boo..), dan saya beli, sementara bu Ros beli Mc. Donald, pas lihat saya makan ubi…dia pengen beli…siga nuh heboh nanya belinya dimana, saya tunjukin belinya…..eh udah mau sampe ke tempat beli, kagak jadi beli….karena udah beli MC. Donald katanya……kacau tidak, tuh.

And then, pulang ke TKC, terus ke atas. Ambil air panas, ketemu pak Agus dan pak Maman baru datang, pak Benson nyamperin…minta tolong, kenapa mau telepon ke Bandung gagal terus….Saya bilang, gampang kok…saya khan telepon tiap hari. Lha, Pak Agus langsung protes…Awas, pak Eko saya check nanti ke bu Rika, katanya telepon tiap hari….. Ha, ha, ha.

Setelah saya coba, ternyata bisa, salah pencet tulang Benson ini…..tapi baru juga masuk kamar, tulang ini ( dia orang Batak, Kimia angkatan 77 ), datang lagi….putus, dan susah nyambung lagi katanya, saya coba lagi…bisa. Ternyata dia salah pencet lagi, setelah ditungguin dan tahu salahnya, saya tinggal. Cape euy,………..nulis catatan lagi, siap sholat dan tidur, besok kuliah lagi.

Next : Tokyo hari ke – 7 ( last day )

Look : Tokyo hari-1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s