Sehari di Lantau Island ( Hongkong – 2 )

Standar

Kamis, 21 Juli 2011
Hari pertama di Hongkong, agenda kami adalah mengunjungi Lantau Island. Hongkong yang saat ini telah menjadi wilayah teritori China, terdiri dari tiga pulau utama, yaitu Lantau Island ( tempat bandara Hongkong International Airport yang baru ), Kowloon ( Hongkong lama ), dan Hongkong Island (Hongkong baru atau kawasan baru sebagai pengembangan Hongkong lama ). Ketiganya terhubung dengan baik, khususnya dari aspek transportasi, sehingga bahkan tidakl terasa kalau ketiga tempat tersebut terpisah oleh laut. Tempat wisata yang terkenal di Lantau Island adalah patung Budha terbesar ( di dunia mungkin ) di Ngong Ping Village, dan Disneyland. Kami baru pergi jam 9.00, dari TST stasiun di sebelah hotel, menuju Lai King Stasiun ( pakai MTR Tsuen Wan Line ). Untuk memudahkan perjalanan, dengan public transport( MRT , bus, ) , kami membeli Octopus Card, untuk dewasa seharga 150 HKD (deposit 50 HKD didalamnya ), dan anak – anak seharga 70 HKD.
Tujuan pertama yaitu Ngong Ping Village 3600 ( ( dari TST hanya sekitar 30 – 40 menit ) , untuk itu di Lai King, harus ganti kereta yang menuju Tung Chung St., keluar di exit B stasiun Tung Chung, langsung menuju arah Cable Car stasiun. Oh, ya untuk mencapai Ngong Ping Village yang berada di bukit Tung Chung harus menggunakan Cable Car, dan rasanya tidak afdol bila tidak mencobanya. Tiket cable car pulang pergi seharga 115 HKD per orang dewasa dan 58 HKD untuk anak ( dibawah 13 tahun ) untuk jenis kabin biasa ( standar), sedangkan yang kabin transparan/crystal cabin ( tembus pandang di bagian bawahnya ) harga tiketnya 169 HKD untuk dewasa. Benar saja, ternyata seru juga naik cable car disini, ada sensasi tersendiri, apalagi rutenya teramat panjang ( kalau tidak salah 5,7 km ), rasanya jauh lebih panjang dari Cable Car di Genting Hingland Malaysia. Isi kabin bisa delapan orang, karena kami berlima maka digabung dengan dua orang pengunjung lain ( bapak dan anaknya ) , ternyata orang Indonesia juga, ngobrol jadinya. Si Bapak tinggal di Amrik, anaknya pengusaha di Sragen, mereka ketemuan dan jalan – jalan bersama ke Singapore, Indonesia, dan Hongkong. Sepanjang perjalanan, kita bisa melihat panorama alam pulau Lantau, Hongkong Airport, dan pesisir Laut China Selatan.
Ngong Ping Village merupakan kawasan wisata di dataran tinggi Tung Chung, Lantau Island, yang ditata dengan apik, menjadi pusat para pemeluk Budha, karena terdapat patung perunggu Budha ( Tian Tan Budha Statue ) berukuran raksasa di atas bukit. Embel – embel 3600 katanya menunjukkan bahwa dari atas Ngong Ping semua panorama ( dalam putaran 360 derajat ) dapat terlihat dengan jelas dan indah. Penataan kawasan ini begitu apik, bersih, dan serasi, bahkan pengunjung begitu turun cable car, sudah disuguhi rute perjalanan yang jelas, mulai dari souvenir shop, foto, berbagai araksi seperti Monkey’s tale theatre, walking with Budha, tempat makan, hingga ke patung Budha dan Po Lin monastery. Cuaca yang amat panas, memaksa kami hanya sampai bagian bawah patung Budha, anak – anak dan ibunya tidak kuat untuk menaiki anak tangga ke atas bukit tempat patung Budha berada. Kami ber foto ria sepuasnya, dan segera kembali ke arena pertunjukan Shaolin, karena jam 13.00 dimulai. Kebetulan sekali hari itu ada agenda pertunjukan kungfu para biksu Shaolin sebagai bagian dari program Summer Holiday yang sedang berlangsung di Hongkong. Aldin paling semangat, dia sudah menarik narik tanganku buat nonton paling depan. Dia tampak begitu senang dan puas bisa menyaksikan atraksi kungfu para biksu shaolin yang sangat hebat hebat. Jam 14.00, kami meninggalkan Ngong Ping Village, kembali naik Cable Car ke Tung Chung St. untuk melanjutkan perjalanan ke Disney Land. Di kabin kami, gabung tiga wisatawan cewek, ternyata dari Korea katanya.
Untuk ke Disney Land, dari Tung Chung St. turun di Sunny Bay St. lalu ganti pakai kereta khusus ke Disney Land ( mungkin hanya sekitar 15 menit dah sampai ). Kereta ini hanya khusus menuju Disney Land Resort Area dan di desain khusus pula interior dan eksteriornya dengan icon icon Disney, seperti Mickey, Mini, atau Donald, jadinya lucu, khas, menarik. Tiket kereta kalau tidak salah 5 HKD. Tiket masuk ke Disney seharga 320 HKD for adult dan 240 HKD for children ( ini harga tiket yang kami beli di Hotel, kebetulan menyediakan juga, dan ternyata harganya lebih murah lho dibandingkan kalau beli langsung di Disney, beda 50 HKD/tiket …lumayan ). Lokasi Disney sebenarnya cukup luas, namun rasanya masih jauh lebih luas Dufan, namun penataannya yang terpadu dan serasi, membuat para pengunjung punya kesempatan menikmati keempat kawasan ( Main Street USA,Tomorrow Land, Fantasy Land, dan Adventure Land ) dengan mudah dan tidak bosan. Sayangnya, siang itu, Disneyland begitu penuh orang meskipun bukan weekday atau weekend, mungkin karena musim libur . Untuk mencoba sebuah wahana, kita butuh waktu minimal antri satu jam ( bagusnya petugas di pintu masuk wahana sudah memberikan informasi tertulis….waiting for 1 hour, sehingga kita punya pilihan mau ngantri atau mundur…. ). Terbayang bila datang besok pas week end, pasti lebih berjubel. Akhirnya kami hanya mampu mencoba 1 wahana, cuaca yang panas turut membuat kami malas mengantri lagi. Buat beli makan pun ngantri pula, wah….cuapek juga. Aldin dan aku naik mobil The Cars, ibunya dan yang cewek, ke Istana Disney. Kami pun akhirnya hanya jalan- jalan menikmati suasana, tontotan, parade, dan lihat – lihat souvenir atau gift karakter Disney, di toko-toko sepanjang jalan, dan tak lupa berfoto ria. Untuk wahana, lebih seru di Dufan atau di Trans Studio Bandung, kata anak – anak. Yang penting sudah tahu Disneyland Hongkong lah., meski rasanya sayang juga ke Disney cuma sebentar karena tiketnya relatif mahal. Jam 19.00, kami pun pulang, dengan dengan rute yang sama .
Setelah istirahat sejenak di hotel, pas jam 21.00 kami memutuskan untuk jalan ke Street Night Market, sambil cari makan malam. Kami lihat di peta, yang terdekat adalah di Street Temple, kawasan Jordan. Wah lumayan juga jalan kaki, apalagi tempat yang dituju belum hapal, sambil pegang peta nanya – nanya akhirnya sampai juga ke tujuan. Untuk menambah tenaga jalan, kami sempatkan dulu makan di tempat makan ala Jepang ( ini yang rada aman dan halal ). Pasar malam disini buka sampai jam 11 ( malam ) kalau hari biasa, kebanyakan jualan gift, souvenir, tas, baju, makanan, dan sejenis nya. Kudu berani nawar. Lha, si ibu…ternyata ngeborong tas , meski aspal tapi murah katanya……monggo bungkus . Tak terasa hampir jam 23.00, kaki dan mata sudah pada tidak kuat rupanya……rencana mau pulang pakai taxi, tapi Aldin nggak mau, terpaksa dah jalan kaki. Dengan sisa tenaga, kami menyusur Nathan Road kembali ke hotel. Untung masih banyak toko yang buka, si ibu masih sempat juga lihat – lihat yang diskon….kami sempat tertawa karena hampir terkecoh oleh harga diskon besar yang ditawarkan, pas mau beli ,,, jumlah dan barangnya beda, ha..ha, salah baca dan komunikasi rupanya. Lelah nian hari ini, tidur pulasss.

Next : to Hong Kong Island

Look : Hongkong with my fam 1 ( kowloon )

2 responses »

    • kawasn ngong ping 360 tempat patung Budha tsb mulai buka jam 9.00 sampai dengan 19.00 utk pengunjung. Utk sembahyang, saya tdk hapal, tapi melihat pengunjung bebas melakukan ritual sendiri kapan saja di dekat atau di bawah patung tsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s