HONGKONG ISLAND : kunjungan singkat hari kedua

Standar

KUNJUNGAN SINGKAT DI HONGKONG ISLAND

Jumat,22 Juli 2011. Hari kedua, kami berada di Hongkong. Acara hari ini adalah menjelajah tempat wisata utama di Hongkong Island. Setelah sarapan pagi di Mc. Donald, di dekat hotel, kami langsung menuju Terminal Star Ferry ( jalan kaki dari hotel sekitar 10 menit, sambil menikmati suasana pagi dan gedung – gedung kuno sepanjang jalan ke pelabuhan ( Salisbury Road). Heritage 1881 merupakan bangunan yang paling mencolok , sangat bagus untuk berfoto ria. Tiba di pelabuhan , ternyata pusat pertokoannya (Harbour City ) sudah buka , kami jalan – jalan dulu ke mall, ternyata mall nya gede banget, si ibu mencari Fossil katanya. Toko Fossil ternyata tidak ada, yang ada malah Charles and Keith sedang diskon besar besaran, lha….. akhirnya malah belanja ngeborong C&K. Belum berangkat ke Hongkong Island sudah nenteng belanjaan, cilakooo. Rencana sebentar di mall,ternyata hampir 2 jam di Harbour City Mall.
Tiket ferry seharga 2,2 HKD per orang, dengan waktu tempuh sekira 10 menit, dan kami tidak perlu harus menunggu lama karena tiap 30 menit kapal ferry berangkat menyeberang dari Kowloon Public Pier ke Pelabuhan Central ( Central Pier ) di Hongkong Island. Di Hongkong Island, tempat yang mau dikunjungi adalah museum patung lilin Madame Tusaud dan Victorya Peak. Jam 12.15 tiba di gedung Central, kami langsung menuju pintu keluar pier #6, untuk naik shuttle bus no.15 ke Peak Tram Stasiun di Garden Road atau biasa disebut Lower Peak Tram Terminus ( terminal ). Namun pas di pintu keluar ternyata sudah ada yang menawari paket ke Victoria Peak, dari operator Big Bus Tours . Pas dilihat, harga yang ditawarkan dihitung – hitung sama kalau kita beli tiket sendiri, tidak perlu ngantri segala, so….. kami langsung ambil paket kunjungan ke Madame Tussaud saja plus naik Combo Tram nya.
Karena sudah pegang tiket, begitu sampai stasiun Tram, kami langsung menuju pintu masuk , sudah cukup banyak wisatawan yang menunggu kereta tram datang, semua antri dengan tertib, di sepanjang jalan masuk kita disuguhi informasi sejarah dan benda – benda yang menggambarkan saat saat pembangunan Victoria Peak , sehingga waktu menunggu tram – pun terasa singkat. Naik tram ke atas bukit ( Victoria Peak ) memang mengasyikkan, rugi kalau ke Hongkong tidak mencoba wahana ini, meski perjalanan hanya 10 menit. Museum lilin Madame Tusaud, ternyata tidak sebesar yang saya bayangkan, menempati dua lantai gedung yang sebenarnya tidak terlalu besar, namun penataannya bagus dan rapi, sehingga tamu yang datang cukup nyaman tidak berjejal, bah kan bisa ber foto ria dengan leluasa dengan tokoh idolanya. Di pintu masuk, kami sudah disambut dengan patung Bruce Lee, si Aldin langsung mengeluarkan gaya karate nya saat di foto dengan oom bruce lee. Menikmati suasana Madame Tusaud, ber foto ria dengan tokoh se antero dunia, melihat berbagai gaya orang saat di foto dengan tokoh idolanya, ternyata sangat mengasyikkan. Kakah, teteh, aldin, termasuk ibunya berlomba ingin di foto, berusaha bergaya bak mereka. Tak terasa hampir 2 jam berlalu.
Dari Victoria Peak, kami naik tram kembali ke lower peak. Berhubung rasa lapar sudah menyerang, kami pakai taksi menuju Pusat Pertokoan di Central, sekalian mau mencari Fossil buat si ibu. Disini pun ternyata Fossil tidak ada. Shopping dan jalan di mall ternyata juga makan waktu 2 jam. Tadinya perjalanan mau dilanjutkan ke Causeway Bay, namun karena sudah sore, dan kita sudah setting acara malam ke Ladies Market, akhirnya kami pun kembali ke Hotel menggunakan MTR dari Central Stasiun. Acara ke Avenue Star pun kami batalkan, karena anak – anak keburu capai, inginnya istirahat dulu sebelum berpetualang malam. Butuh waktus edikitnya dua hari rasanya kalau mau menikmati Hongkong Island.
Si ibu benar-benar kecapaian, malam ini dia tidak ikut jalan. Saya dan anak – anak tetap pergi ke Ladies Night Market. Dari TST, kami menuju Mongkok, keluar di Exit 2, ambil jalan Nelson Street exit, langsung tiba di Tung Cho Street, night market berada di sepanjang jalan tersebut dan sekitarnya hingga mencapai 2 blok. Kenapa disebut Ladies Market ? Saya tidak tahu, yang jelas suasana pasar malam nya jauh lebih ramai dari yang di Street Temple ( Night Market ) , barang – barangnya lebih lengkap dan beragam, yang jualannya lebih banyak. Kalau mau beli oleh – oleh, gift, souvenir, atau barang – barang tiruan, rasanya disinilah tempatnya, tapi harus pintar menawar memang. Saya hanya membeli kaos kaos dan gift, si kakak malah beli sepatu, si teteh beli tas yang bisa dilipat kecil. Puas jalan – jalan, merasakan keramaian pasar malam jalanan terbesar di Hongkong, kami pun kembali ke Hotel. Si Aldin kelaparan, jadi mampir dulu ke KFC dekat stasiun Mongkok. Kami sengaja tidak sampai tengah malam, karena harus jaga kondisi, apalagi besok pagi harus siap siap ke Macau.

Next :  to Macao 

Look : Hongkog with my fam 1 ( kowloon )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s