HEBATNYA ENZIM, yuk Hidup Sehat Tanpa Obat

Standar

The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim)

Hidup Sehat Tanpa Obat

TIDAK ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?

“Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.

Dalam sebuah bukunya, Prof. Hiromi Shinya, yang juga sudah diterjemahkan dalam bahasa indonesia, berjudul “The Miracle of Enzhym” atau “Keajaiban Enzim”, mengupas fakta-fakta:

Mengapa kita sebaiknya :

– tidak minum susu sapi ?

– membatasi minum teh hijau ?

– makan buah dan minum jus 30-60 menit sebelum makan utama ?

– minum 1-3 gelas air setelah bangun tidur pagi dan 2-3 gelas sejam sebelum makan?

– detoksifikasi menggunakan suntikan kopi ?

– tidur siang 5 menit, setelah makan siang

Ternyata, melakukan hal-hal tersebut bahkan bisa menyembuhkan kanker, obesitas, fibroid, konstipasi, sulit tidur, penyakit jantung dan autoimun.

Dr. Hiromi Shinya—perintis pembedahan kolonoskopis tanpa insisi perut (teknik Shinya)—yakin bahwa tubuh punya kemampuan menakjubkan menyembuhkan-sendiri. Kuncinya : Faktor Enzim.

Dalam buku lengkap, praktis, dan menarik ini, Dr. Shinya menunjukkan bahwa:

– suplemen kalsium dan produk susu bisa menyebabkan osteoporosis;

– pembedahan dan obat-obatan tidak mengobati kanker;

– obat-obatan sering membuat Anda lebih sakit;

– demam justrubisa menyehatkan; dan

– rasa cinta dan gembira bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Penemuan Dr. Shinya tentang “keajaiban“ tubuh akan merevolusi cara pandang kita terhadap tubuh manusia, nutrisi, pengobatan, dan kesehatan; hanya dengan memahami kuncinya: Enzim.

Selama bertahun – tahun Dr.Shinya seorang ahli endoscopi pencernaan di New York mengatakan bahwa yang ikut ambil bagian dalam seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan adala ENZIM. Dalam semua kegiatan tubuh apa itu membuat atau penguraian, transportasi,pembuangan/ekskresi, detoksifikasi dan penyediaan energi,semua ini memerlukan ENZIM ,untuk dapat mempertahankan kehidupan.Jumlah ENZIM dalam tubuh kita ini terbatas,,dan tubuh kita juga dapat memproduksi ENZIM dengan menggunakan ENZIM yang terdapat didalam makanan yang kita makan sehari-hari. Otomatis kesehatan kita bergantung cara kita hidup,Apakah kita dapat menghemat enzim kita atau mengurasnya.

INILAH PENJELASAN DR SHINYA

Mengapa susu paling jelek untuk manusia?

Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan “enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.

Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondarmandir di antara dua negara itu.

Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.

Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang “jelek”: benjol-benjol, luka-luka, bisul- bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.

Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.

Nabi Muhammad SAW bersabda :”Sumber dari pada penyakit adalah perut. Perut adalah gudangnya penyakit dan berpuasa itu adalah obatnya “[H.R.Muslim ] Jadi betapa pentingnya mengatur pola makanan bagi kesehatan kita. Tubuh kita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyembuhkan diri sendiri.Kenyataannya tubuh kita adalah satu-satunya sistim penyembuhan yang dapat membawa anda kembali seimbang saat penyakit menyerang

Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.

Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.

Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak “lomba lari” oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.

Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.

Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.

Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi “modal” oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam “lumbung enzim- induk”. Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari “lumbung”-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.

Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.

Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.

Apa saja makanan yang direkomendasikan?

Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.

Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh- sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan “jelek” itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.

Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan “pengobatan” seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan “pengobatan” alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.

BAGAIMANA MENGHEMAT ENZIM dan MENINGKATKAN ENZIM TUBUH

– 85-90% MAKANAN NABATI dan 10-15% MAKANAN HEWANI.

– BIJI-BIJIAN SEBAIKNYA 50%, SAYUR-SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN 35-40%, DAN MAKANAN HEWANI 10-15% DARI KESELURUHAN.

– BIJI-BIJIAN YANG TIDAK DIGILING

– MAKANAN HEWANI YANG BERSUHU TUBUH LEBIH RENDAH DARI PADA MANUSIA (antara lain IKAN)

– MAKANAN SEGAR ,TIDAK DIPROSES.

– HINDARI MARGARIN DAN MAKANAN YANG DIGORENG.

– MENGUNYAH DENGAN BAIK [40-70 KALI]SETIAP SUAPAN

makanan yang dikunyah dengan baik akan menghemat enzim,memudahkan penyerapan ,bagus buat diet karena lebih cepat kenyang,

– MINUMLAH AIR 6-8 GELAS SEHARI.

– HINDARI MEMASUKAN MAKANAN APAPUN KEPERUT 4-5 JAM SEBBLUM TIDUR.

– KONSUMSI BUAH-BUAHAN 30 MENIT SEBELUM MAKAN.

buah-buahan banyak mengandung enzim dapat dicerna dengan baik dan dengan menyantapnya sebelum makan,fungsi sistim pencernaan menjadi lebih baik.

– TIDUR YANG CUKUP.

– OLAH RAGA YANG PALING COCOK BAGI KONDISI FISIK ,GAYA HIDUP DAN KESEHATAN MENTAL.

– HINDARI SEBISA MUNGKIN SUSU DAN PRODUK-PRODUK SUSU

mereka yang tidak tahan laktosa,memiliki kecendrungan alergi atau tidak menyukai susu,dan produk-produk susu sebaiknya dihindari

Fakta tentang susu :

– tidak ada makanan lain lebih sulit dicerna selain susu /hewani.

– kasein,yang membentuk 80% dari protein susu,langsung menggumpal wkt

memasuki lambung sehingga sangat sulit dicerna

– tidak mengandung enzim yang berharga.

– Dan yang terpenting yang dapat meningkatkan enzim adalah KEHIDUPAN BAHAGIA YANG DIPENUHI DENGAN CINTA,PADA SA’AT SESEORANG BAHAGIA HASIL TES DARAHNYA MENUNJUKAN SISTIM KEKEBALAN YANG SANGAT AKTIF,DAN KEMUNGKINAN MEMILIKI BANYAK ENZIM.

Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah.

Silahkan Baca Bukunya :

– Shinya, Hiromi. 2010 The Miracle of Enzyme. Jakarta. Mizan Pustaka

– Prasetya, Ayuwardani.2011. Sejuta manfaatn & Kehebatan Enzim. Yogyakarta. Sinar Kejora.

INFO TAMBAHAN PENTING

Kini telah ada herbal dengan formula ajaib tanpa rasa tanpa bau ( jamu tetes pertama di dunia ) yaitu ABECELL. ABECELL adalah Formula Alami yang terbuat dari 100% bahan alami dari KEAJAIBAN buah dan herbal asli Indonesia, Sari Umbi Manggata dan Deep Sea Squalene. ABE CELL berfungsi untuk meningkatkan Energi sel, meningkatkan anti Oksidan alami tubuh, pelepasan hormon-hormon tubuh, membantu pembentukan Enzim tubuh dan memperbaiki sel-sel yang rusak.

ABE CELL Mengandung:

• 20 buah Asam Amino
8 esensial, 12 non esensial, tidak bisa diproduksi oleh tubuh.

• Asam lemak
Sebagai penyedia energi (ATP), komponen utama bio kimia tubuh.

• Vitamin A, D, E, K

• Enzym Protease, Lipase, Lipoxidase, Fitrase ( Enzim penting utk tubuh kita )

• Omega 3

Mengatasi peradangan, kesehatan jantung, mengurangi resiko stroke, meningkatkan fungsi otak, dll.

• Omega 6

Mengatasi diabetes, hypertensi, kanker payudara, dll

Dapatkan di ekoshop. ( 081802291772 ), Harga Rp.240.000. Lihat http://www.produkabe.com/ekoshop

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s