BABARENGAN TO YOGYA

Standar

Sebenarnya saya enggan ikut wisata ke Yogya dari kantor, namun karena teman teman maksa jadi pimpinan rombongan merangkap guide, akhirnya dengan legowo saya pun ikut, sekalian pulang kampung. Rombongan berjumlah 30 orang, lumayan heboh. Dari Bandung, kami berangkat Kamis malam ( 28 februari 2013), menggunakan kereta api Lodaya malam jam 20.00. Otomatis kami berada di satu gerbong, rame dan heboh sepanjang jalan dah pasti, kasian penumpang lain. Terdiam ketika semua pada tertidur. Tiba di Yogya, jam 04.00 ( waktu Yogya, 1 maret 2013 pas memperingati SO 1 Maret ). Bus BIMO yang kami sewa telah stand by di Stasiun Tugu, rombongan dibawa menuju Rumah Makan Paradise, di Jalan Raya Wates Km. 5 ( 15 menit dari St.Tugu ) untuk mandi, sholat subuh, dan sarapan pagi. Tempat mandi di restoran ini memang banyak, sepertinya memang khusus untuk transit bus wisata dari wilayah Barat( Bandung, Jakarta ) ke Yogya.
IMG_1481Selesai sarapan, kami menuju Kotagede, sebuah tempat bersejarah, saksi berdirinya Kasultanan Yogyakarta. Namun kami tiba terlalu pagi, beberapa pertokoan perak tempat kunjungan para wisatawan masih belum buka. Kotagede memang terkenal dengan kerajinan peraknya. Di sepanjang jalan berderet toko dan pengrajin perak, bangunan di kawasan ini banyak yang masih berupa bangunan kuno ( heritage ) namun terawat baik dan difungsikan juga sebagai toko perak. Bus parkir di Toko Perak Ansor, salah satu yang terbesar dan terlengkap di Kotagede. Sambil nunggu toko buka, aku iseng mencari warung soto, kebetulan nemu…. Kangen makan soto Yogya. Beres di Kotagede, jam 9 kami meluncur ke Tamansari, obyek wisata di IMG_1499daerah Taman, Pasar Ngasem, di selatan Kraton Yogya, dulunya bekas pemandian para putri Kraton. Kondisi Tamansari Water Castle, saat ini jauh lebih bagus, rapi, bersih, dan tertata. Tahun ini, sudah dua kali saya kesini, IMG_1508sebelumnya dengan keluarga saat libur lebaran, namun kunjungan di hari biasa relatif lebih nyaman. Tiket masuk masih sama, 3000 rupiah per orang, plus tip untuk tour guide, minimal ya 10.000 rupiah lah. Selesai jalan dan berfoto ria, perjalanan dilanjutkan ke tempat makan siang, trus langsung check in hotel. Hotel tempat kamia menginap adalah Hotel Summer Season, di Jalan Sosrowijayan, sekira 70 meter dari Jalan Malioboro. Hotel ini relative baru, di bagian belakang masih ada pembangunan, 3 lantai, namun lift nya belum ada, jadi utk ke lantai 2 harus pakai tangga. Namun suasana hotelnya oke, konsep minimalis, kamarnya bersih, rapi, cukup sesuai dengan ratenya. Rate kamar 400.000 rupiah, dan untuk peak season 480.000 rupiah. Bisa juga booking via internet ( agoda, booking.com ).
IMG_1548Setelah istirahat sejenak, jam 14.15, kami berangkat ke Borobudur, Muntilan, Jawa Tengah. sengaja siang biar sampai sana agak sore sehingga teduh. Jam 16,00 tiba di Borobudur, matahari sudah tidak panas, bahkan cuaca mulai mendung. Tiket masuk kawasan Candi Borobudur sekarang ternyata mencapai 30.000 rupiah per orang. Untuk yang sedia paying sebelum hujan, banyak jasa penyewaan paying, cukup 5000 rupiah. Hal yang baru di Borobudur adalah kami tau pengunjung sekarang diwajibkan memakai kain sarung selama di dalam kawasan ( disediakan gratis ). Berhubung hari biasa, dan sore, pengunjung tidak terlalu banyak, sehingga kami dapat leluasa ke atas dan berfoto foto sepuasnya. Tour guide kami, agak lucu orangnya, dengan logat jawa nya yang kental, baik dan selalu siap membantu memfoto ( bayangkan sekali foto dia harus bawa titipan 14 kamera milik teman teman ). Jam 18.00 kunjungan ke Borobudur selesai, dan pulang kembali ke Yogya. Mampir dulu makan malam di gudeg Bu Citro, sebelum ke hotel.
IMG_1550Berhubung ke Malioboro dekat, saya menyarankan agar masing masing atau berkelompok jalan jalan malam aja bebas di kawasan Malioboro, sesuai keinginannya dan tujuannya ( soalnya ada yang mau jajan, belanja, atau sekedar lihat lihat ). Yang mau beli mie godhog baru ikut saya, tapi syaratnya jalan kaki. Ada 9 orang yang ikut nge mie godhog ternyata. Yang gampang dan dekat, saya ajak ke bakmi Pak Pele, di alun alun utara, disanapun bisa menikmati wedang ronde dan jagung bakar, sambil lesehan. Wuih, tidak afdol rasanya kalau ke Yogya tidak beli mie godhog. Jam 11 lebih, baru kami kembali ke hotel, lumayan cuape juga hari pertama bawa rombongan.
Yogya, 2 Maret 2013
Kunjungan kami hari Sabtu ini adalah Kraton Yogya. Saya tidak ikut masuk ke dalam, maklum sudah sering, toh di dalam sudah ada guide nya. Waktu luang tersebut, saya gunakan untuk pulang ke rumah, silaturahim dulu dengan ibunda, kebetulan rumah hanya sekitar 15 menit dari Kraton. Baru jam 10.30 saya kembali ke Kraton , bergabung dengan rombongan. Jam 11.00, perjalanan dilanjutkan ke Pantai IMG_1555Indrayanti, di Tepus Wonosari, Kab. Gunung Kidul, sekira 70 km dari kota Yogya. Arah perjalanan adalah menuju pantai Baron ( obyek wisata yang sudah dikenal lama sebelumnya ). Dari Yogya, lewat jalan wonosari, terus kea rah wonosari, di wonosari nanti ada penunjuk jalan ke Baron, ikuti saja. Sebelum pantai Sundak dan Baron, kita melewati penunjuk arah ke Pantai Indrayanti. Menurut informasi, nama sebenarnya pantai ini adalah IMG_1560pantai Pulang Syawal, namun sebutan pantai Indrayanti jauh lebih dikenal. Nama Indrayanti ternyata diambil dari resto café Indrayanti ( nama pemilik resto ) di tepi pantai, konon rumah makan Indrayanti yang merintis tempat makan disitu, jadi masyarakat mengenalnya dan menyebut pantainya pantai Indrayanti. Jam 13.30,kami tiba di pantai Indrayanti. Pantai ini memang bersih, rapi, belum tercemar, dengan hamparan pasir putihnya, di beberapa bagian ada bukit bukit hijau membelah pantai, pepohonan pantai masih cukup rindang, sehingga keasrian pantai masih terasa. Tempat tempat makan mulai banyak tumbuh berjajar, di kanan kiri RM Indrayanti, namun semuana tetap tertata apik, bersih. Sepertinya mereka memang sangat menjaga kebersihan pantai ini, lihat saja di beberapa tempat dan tempat makan dituliskan “ yang mengotori dan membuang sampah akan di denda 10.000 rupiah dan dilaporkan yang berwajib’. Syukurlah, dengan saling menjaga kebersihan dan keindahan panyai, rasanya semuanya diuntungkan, pengunjung dan pelaku usaha. Kami dapat menikmati pantai dengan nyaman, minum kelapa muda di saung yang teduh, bahkan diiringan alunan gending dan suara penyayinya. Pantai Indrayanti, sebenarnya hanya cocok untuk menikmati panorama, bermain pasir dan air laut. Pantai ini tidak cocok untuk berenang, karena dasar pantainya berkarang, lapisan pasir putih hanya berkisar 10 meter dari garis pantai, selebihnya karang yang kalau salah injak membuat kaki sakit. Jam 15.00, mulai berani kami turun ke air, karena matahari sudah mulai redup dan tidak terasa panas menyengat. Puas bermain di pantai, lapar pun datang. Temannya nasi ( udang, ikan laut, kangkung, dan es jeruk ) yang kami pesan di café Indrayanti agak terlambat datang. Yang tidak sabar, bahkan mulai makan nasi with sambal doing ). Begitu lauk pauknya datang, langsung diserbu, bak pasukan kelaparan. Nikmat juga, lapar, makan sea food di pantai, dalam suasana keceriaan rombongan. Jam 17.00 baru kami pulang ke Yogya, siap siap menikmati malioboro kembali. ( Sebelum ke hotel, bus ternyata membawa rombongan kami mampir ke toko oleh oleh bakpia Java, yang di jalan Solo ).IMG_1567
Note : Ternyata beberapa teman ingin beli bakpia Kurnia Sari. Dengan bantuan adik, pesanan bakpia Kurnia Sari dapat terpenuhi ( 30 dus ). Bakpia KUrnia Sari, alamatnya di Jalan Gelagah Sari 112, Ringroad Utara, Pogung Lur, daerah kampus UGM. Harga per dus isi 20 ( 33.000 rupiah ), ada rasa kacang hijau, keju, dan cokelat. Bakpia ini mirip pia sebenarnya, terutama kulitnya ( tidak seperti bakpia pathuk, missal bakpia Java, bakpia 25, bakpia 75 yang biasa kita kenal ).
Hari terakhir di Yogya, Minggu, 3 Maret 2013, digunakan untuk acara bebas, karena kami harus check out jam 11.00, dan naik kereta api Argo Wilis jam 12.00 menuju ke Bandung lagi. Masing masing ternyata punya acara sendiri sendiri, ada yang pagi pagi sudah ke Wijilan cari gudheg buat oleh oleh, ada yang ke pasar Beringharjo dan Mirota nambah belanjaan batik dan sebagainya yang masih dianggap kurang, ada yang sudah cukup dan nunggu di Hotel saja. Saya sendiri, biasamencari soto buat sarapan, blusukan di sekitar hotel, mencari informasi hotel atau penginapan murah, trus ke hotel istirahat menunggu check out. Maturnuwun Yogya. Kebersamaan dan keceriaan telah kami peroleh selama di Yogya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s