From Bandung to BROMO -1 (Mampir Madura)

Standar

Hari 1. Mampir Madura  (  antara Bebek, Batik, dan Ramuan Herbal )

Jumat. 18 Oktober 2013.  Pagi itu kami berkumpul di bandara Husein Sastranegara, Bandung untuk memulai perjalanan ke Bromo, agenda yang telah cukup lama dinantikan. Rencananya sebelum ke Bromo kami akan ke Madura, sorenya ke Bromo, dan esoknya berwisata di Batu Malang. Rombongan kali ini didominasi oleh ibu ibu, maklum teman teman istri. Total, plus keluargaku ada 19 orang. Pesawat Air Asia takeoff jam 8.10 , tiba di bandara Juanda Surabaya jam 9.15 ( lama perjalanan 1 jam 05 menit ). Mengingat jumlah rombongan cukup banyak, kami sepakat sewa operator tur lokal di Malang untuk mengantar kami ke Bromo dan Malang.  Tujuan pertama adalah ke Madura, soalnya masih pagi kalau mau langsung ke Bromo, lagi pula ibu ibu request khusus beli batik Madura IMG_0063sekalian lihat jembatan Suramadu. Jalan macet dan udara panas kota Surabaya sangat terasa hari itu. Kejadian tidak nyaman muncul, tiba tiba  AC mobil tidak jalan, wuah….. di mobil serasa di sauna. Mobil pun terpaksa mampir ke bengkel untuk periksa dan memperbaiki AC. Ternyata oli terlalu penuh, dan freonnya harus diganti. AC pun kembali normal. Namun setelah melewati jembatan Suramadu, AC kembali ngadat, dan akhirnya kembali masuk bengkel, kebetulan bengkelnya pas sebelahan restoran bebek Madura di Bangkalan ( rumah makan Ole Olang ), sebelahan bebek Sinjai yang tersohor ( kebetulan jam 2.00 sudah habis ). Kami pun beristirahat dulu,makan siang dan sholat. Masakan madura ternyata muantap juga, rata rata pedas, khas nya adalah olahan bebek ( mirip di Indramayu ya, sama sama daerah pesisir dan panas kali ) dengan bumbu pedas, atau sambal pedas. Panas dan pedas…..cocok lah, dan langsung keringat mengucur. Bangkalan adalah kabupaten di Madura yang paling dekat dengan akses ke Jembatan Suramadu.

Usai makan, ‘otw’  toko batik.  Di Bangkalan, toko batik banyak terdapat di IMG_0081sepanjang jalan ke dan di pusat kota, khususnya di jalan K.H. Kholil, mulai dari toko yang menyediakan batik dengan harga murah ( puluhan ribu ) hingga yang mahal ( ratusan, bahkan jutaan ribu ). Ada satu tempat yang sudah cukup dikenal dengan ke khas- an tempat dan kualitas batiknya,  yaitu TRESNA Art, lokasinya memang agak masuk ke dalam, sekira 200 meter dari jalan raya (Jl. KH Kholil ), mobil kecil bisa masuk sebetulnya tapi susah putar parkir, apalagi bus, jadi lebih baik jalan kaki saja.  Tempatnya tidak terlalu besar,tapi dibuat nuansa rumah khas Madura, bahkan di belakang toko, bagi pengunjung bisa melihat lihat rumah tradisional madura asli yang masih terawat baik. Para pengunjung pun disediakan minuman dan cemilan tradisional. Satu lagi yang selalu dijual di Madura adalah obat- obatan atau ramuan herbal Madura ( buat pasutri, pria atau wanita ).  Yang IMG_0080jelas ibu – ibu pada beli tuh ramuan ( buat sendiri, dan suaminya he..he), disamping ngeborong batiknya. Oh ya,batik di Tresna  Art ini paling murah  seharga 140 ribu ( baju pria ) lho. Mampir ke Madura pun selesai,siang ini kami langsung menuju Bromo. Perjalanan lebih kurang 4 sampai 5 jam, jadi waktunya tidur di mobil. Istirahat dulu.

Next :  Amazing Bromo 

2 responses »

  1. Ping-balik: From Bandung to BROMO – 2 (Amazing Bromo) | ekodamasbox

  2. Ping-balik: From Bandung to BROMO – 3 (sesi Batu Malang) | ekodamasbox

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s