From Bandung to BROMO – 2 (Amazing Bromo)

Standar

Hari 2.  Menuju Bromo ( Amazing Bromo )

Jam 22.00 kami sampai di hotel, di lereng Bromo, tepatnya desa Sukapura, Kec IMG_0123 IMG_0216 IMG_0249Sukapura. Kab.Probolinggo. Di wilayah ini sampai dengan desa Ngadisari, dekat pintu gerbang masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, bertebaran hotel, villa, dan homestay mulai harga sekira 120 ribu/malam hingga 650 ribu/malam. Ini beberapa hotel yang sempat saya catat atau terlihat saat menuju gerbang Taman Nasional : Café lava,Cemara Indah, Lava View Lodge, Hotel Bromo Permai, Java Banana Bromo, Grand Bromo Hotel, dan banyak lagi.  Setelah mandi, langsung istirahat tidur untuk persiapan bangun jam 2.30 menuju Pananjakan Bromo melihat sunrise.  Oh ya, fasilitas hotel di Bromo memang rata rata minim ( kata guide tour), contohnya harga hotel bintang 3 tapi fasilitas melati ( non AC,cuma ada kamar agak luas 2 bed, kamar mandi plus air panas buat mandi, TV kecil, 4 botol aqua, dan sarapan pagi), seperti yang saya tempati.

Sabtu, 19 Oktober 2013. Alarm jam 2.30 berdering, Saya, istri, dan Aldin si bungsu  terbangun. Ganti baju, baju mendaki gunung ( jaket, kupluk, syal, sarung tangan, sepatu ). Ternyata rombongan telah lebih siap di luar. Setelah pembagian senter, kami naik mini bus,diantar menuju pool Jeep di desa Ngadisari.  Seluruh wisatawan yang akan ke Bromo punya pilihan, apakah akan jalan kaki ke atau naik Jeep. Untuk yang ke arah Pananjakan, melihat sunrise  biasanya naik jeep (hardtop), karena mengejar waktu, maklum dari pool jeep atau pintu gerbang Taman Nasional ke Pananjakan cukup jauh, jalanan menanjak, dan melewati padang pasir Bromo, butuh waktu sekitar 15 menit lah. Uniknya, rata rata sopir atau pemilik jeep ini adalah masyarakat Tengger, suku yang bermukim di Bromo. Suku Tengger tampaknya kini sudah modern, bahkan rumah rumah mereka pun tampak bagus bagus sekarang. Pagi itu, mungkin ratusan Jeep menuju arah yang sama Pananjakan, di bawah Pananjakan antrian parkir Jeep berjejer sepanjang jalan, kami pun terpaksa harus berjalan kaki lagi ke Pananjakan, karena Jeep tidak bisa naik lebih atas lagi akibat penuh yang parkir. Tapi bagi yang tidak ingin jalan, bisa kok sewa naik ojek, banyak ojek yang menawarkan diri. IMG_0268

Tiba di Pananjakan, ternyata sudah penuh dengan wisatawan, baik asing maupun domestik. Suhu saat itu memang tidak terlalu dingin sekali, buat kami masih sama dengan di Cikole Lembang, terkadang suhu di Pananjakan katanya  bisa mencapai 5oC hingga 0oC. Para pelancong tampak berebut ke bagian depan untuk menanti munculnya sang mentari pagi di Bromo. Kami pun menikmati  sunrise, panorama menakjubkan kawah bromo, dan so pasti berfoto foto ria. Maha Besar Tuhan, dengan keelokan ciptaannya. Sebelum turun kembali, tak lupa mencicipi pisang goreng panas dan teh panas ala Bromo. Cukupbanyak penjual makanan, dan warung di sekitar Pananjakan, termasuk yang menyediakan cendera mata khas Bromo, seperti kaus, syal, kupluk, hingga bunga edelweis atau sering disebut bunga abadi.

Sekedar Info Pengetahuan :  Gunung Bromo (dari kata: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 Meter dari permukaan laut (dpl) dan mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Keadaan alam Gunung Bromo bertautan pula dengan lembah, ngarai, caldera atau lautan pasir dengan luas sekitar 10 Km. Gunung Bromo berada dalam empat lingkup Kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang.  Saat ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo – Tengger – Semeru.  Suku Tengger adalah masyarakat yang bermukim di sekitar Bromo, mereka beragama Hindu. Upacara adat mereka yang terkenal adalah Kasodo, yang dilaksanakan di Puri, di kaki kawah Bromo, pada setiap bulan purnama di bulan kasada menurut pananggalan Jawa (Saka)sebagai ungkapan syukur mereka atas berkah dan panen yg mereka terima.

IMG_0323Petualangan dengan Jeep berikutnya adalah ke Padang Savana Bromo. Kami mampir di padang pasir, di area Puri yang biasa digunakan untuk Upacara Kasada masyarakat Tengger. Dari sini, kalau mau melihat kawah cukup dekat, bisa jalan kaki atau naik kuda sewaan ( 100 ribu/ kuda ), dengan waktu tempuh sekitar 15 menit menuju tangga kawah. Namun ibu – ibu ternyata ogah naik kuda, jadi mereka lebih baik nunggu di situ. Perjalanan berikutnya adalah menuju padang rumput ( savana ) dan bukit Teletubies ( bukitnya  bak diselimuti permadani IMG_0346hijau, mirip di film Teletubies memang ). Tempat yang cocok untuk berfoto gaya. Petulangan terakhir menikmati alam Bromo adalah  ke Pasir Bersisik. Wow, bukit pasir yang keren, dengan nuansa sisik ( bentuk lubang  lubang kecil, akibat angin ) dan latar belakang Gunung Bromo yang eksotis. Sungguh fenomena alam yang menakjubkan, rasanya baru saya temukan di sini, di Bromo.  Sangat indah untuk  berfoto bersama atau bergaya sendiri. ( Saran, pakai pakaian yang warna IMG_0377cerah tajam ( kuning, merah, oraye, hijau, dsb ) di sini, sehingga foto akan terasa kontras dengan latar belakang pasir hitam berpola. Puas menikmati pasir Bromo, puas berfoto foto, sampai baju, celana dan sepatu masuk pasir karena ada foto wajib berbaring di gundukan pasir. Bahkan Aldin  sampai seluncuran di pasir. Wow, Bromo memang amazing.IMG_0434

Rasa letih baru terasa ketika kami sampai kembali di hotel. Setelah sarapan pagi agak siang ( jam 9 lebih ) lalu mandi. Aldin main di kamar kakak dan tetehnya. Saya dan istri istirahat sejenak, dan sampai tertidur. Aldin membangunkan, pas jam 11.00 karena siap siap check out, trus menuju Batu Malang. Kayanya lanjut tidur di mobil nih, soalnya waktu tempuh Bromo – Malang sekitar  3 jam lebih.

IMG_0426IMG_0408IMG_0392

IMG_0458

 

Mau Baca

Before :  Mampir Madura

Next    :  Sesi  Batu Malang

One response »

  1. Ping-balik: From Bandung to BROMO -1 (Mampir Madura) | ekodamasbox

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s